1. Hal yang Menarik (Kelebihan)
Ketika saya
membaca novel ini, sejujurnya yang paling menarik adalah judulnya ‘5 cm’. Yang
pertama kali saya pikirkan adalah jarak, namun jarak apa saya tidak yakin
karena ukurannya yang hanya 5 cm. Setelah saya membaca seluruhnya, saya
menemukan sebuah percakapan yang isinya kurang lebih seperti ini...”...Biarkan
keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan... sehabis itu yang kamu perlu... Cuma....”
(5 cm, hal
362)
Menurut saya
mungkin 5 cm itu menggambarkan keyakinan yang harus terus ditanamkan dalam
pikiran kita sebagai manusi sekurang-kurangnya 5 cm dari kening kita .
Lalu menurut
saya yang paling menarik itu adalah kutipan filsafat-filsafat, salah satunya
yang saya paling sukai adalah dari Socrates, seperti dalam kutipan berikut
...Zafran
langsung menjawab, “orang yang paling bijaksana adalah orang yang mengetahui
bahwa dirinya tidak tahu.”... (5 cm, halaman 161)
selain itu,
saya juga setuju dengan pendapat pengarang tentang cinta yang dituangkan dalam
paragraf berikut
...Dan, cinta
sekali lagi membuktikan kekuatannya malam itu kalau cinta itu ada untuk cinta
itu sendiri, bukan untuk dimiliki, bukan untuk Genta, bukan untuk Dinda, bukan
untuk Riani, bukan untuk Zafran. Cinta memang ada untuk dicintai dan
diungkapkan sebagai sebuah jembatan baru ke pelajaran-pelajaran kehidupan
manusia selanjutnya.Cinta yang akan membuat manusia lebih mengerti siapa
dirinya dan siapa penciptanya... (5 cm, halaman 368)
Karena memang
pada dasarnya cinta ada agar manusia bisa mengenali siapa penciptanya, dan
cinta tidak memaksa dan mengikat.
Selain yang
saya sebutkan ini, ‘5 cm’ menurut saya merupakan sebuah paket kumplit yang
menarik untuk dibaca. Dari aspek sosial sampai aspek religi semua ada, bahkan
novel ini pun menyelipkan sedikit kisah mistis yang ditempatkan pada porsinya.
Selain itu
semua, satu hal yang paling menarik yaitu perjuangan Gebta dan kawan-kawannya
demi bisa mengikut upacara bendera 17 Agustus seolah menggambarkan medan terjal
itu merupakan gambaran situasi sebelum Indonesia merdeka. Perjuangan untuk
mencapai puncak Mahameru merupakan sebuah gambaran lain dari perjuangan untuk
mencapai kemerdekaan.
2. Hal yang
Kurang Menarik
Menurut saya
kekurangan dari novel ini terdapat pada akhir cerita. Memang cerita dalam novel
ini berakhir bahagia, akan tetapi penyelesaiannya terkesan dipaksakan. Artinya
pengarang tanpa memperhatikan cerita sebelumnya, memasang-masangkan tokoh dalam
pernikahan.
Selain itu,
yang membuat saya bingung adalah pada saat Ian seolah-olah sedang bicara dengan
komputer dan folder-folder didalamnya. Pada bagian itu pengarang menyajkan
percakapan antara Ian dan komputenya seperti dalam kutipan berikut
...Ian: Tuh
denger makanya jangan sok tau...gue defrag nih.
Si
kompibaiksekalitemenIan: Nggak mau ah CS di defrag geli. CS kan tau gue
orangnya gelian.
Ian: Makanya
jangan berisik!
Hardik Ian
galak sambil mengambil bukunya Peter Senge, Disiplin Kelima. Folder skripsi
bergaya menari-nari riang diantara kabel-kabel data Si
kompibaiksekalitemenIan... (5 cm, halaman 108)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar