Rabu, 30 April 2014

Melarat

Dulu ...
Mataku hanya melihat apa yang aku lihat
Keindahan sampul yang kadang tumpul, menggeliat
Kadang aku merasa berkarat
Benarkah cinta membuat sekarat?
Ataukah melarat?

Sekarang ...
Mataku masih buta
Masih melihat yang aku lihat
Masih menutup rapat
Masih sekarat dan melarat

Nanti ...
Aku akan melihat
Hatiku mulai menggeliat
Dan aku tidak lagi sekarat ataupun melarat

Tanjungsari, 22 Februari 2014
(Puisi ini saya tulis setelah saya membaca novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata dan menonton anime Jepang yang berjudul “chuunibyou...”)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar