Dulu ...
Mataku
hanya melihat apa yang aku lihat
Keindahan
sampul yang kadang tumpul, menggeliat
Kadang
aku merasa berkarat
Benarkah
cinta membuat sekarat?
Ataukah
melarat?
Sekarang
...
Mataku
masih buta
Masih
melihat yang aku lihat
Masih
menutup rapat
Masih
sekarat dan melarat
Nanti
...
Aku
akan melihat
Hatiku
mulai menggeliat
Dan
aku tidak lagi sekarat ataupun melarat
Tanjungsari,
22 Februari 2014
(Puisi
ini saya tulis setelah saya membaca novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata
dan menonton anime Jepang yang berjudul “chuunibyou...”)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar