Apakah kamu pernah ada dalam keadaan yang rasanya sangat menyesakkan dada? Sulit rasanya mengambil nafas, padahal ruangan sangat lengang, bukan? Seolah semua yang sudah dilakukan hanya akan sia-sia, tidak berdampak apa-apa selain penyesalan dan kegagalan. Tidak perlu malu, apalagi tidak mau mengakui. Ini pun menghampiriku dan aku menyakini bahwa di dunia ini bukan hanya kita yang mengalami ini.
Masalah datang silih berganti kepada siapa pun. Tua dan muda pasti memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Pasti, selalu ada sesuatu yang menyesakkan dada. Tarafnya berbeda untuk setiap orang, bergantung kemampuannya. Sang Maha Pengasih lebih mengetahui kapasitasmu dibanding dirimu sendiri. Tidak ada yang lebih memahami dirimu ketimbang Dia. Jadi, tidak perlu berkeluh-kesah bahwa Dia bertindak tidak adil terhadapmu. Sesungguhnya, tidak ada yang mampu menyaingi keadilan-Nya. Bahkan, caramu sendiri pun belum tentu cara terbaik untuk memperlakukan dirimu. Bukankah kamu pernah merasakan sakit karena keras kepala yang selalu kamu agung-agungkan? Apalagi, saat kamu tidak melibatkan-Nya.
Hidup ini hanya sekumpulan perkara yang pada akhirnya bergantung kepada caramu menghadapinya, Kawan. Saat kamu dirundung duka, bukan berarti kamu harus bersedih. Pun saat kamu diliputi keberutungan, kamu jangan sampai lupa diri. Perputaran di antara keduanya terlampau cepat untukmu menyadari perubahan yang terjadi. Jadi, jangan sampai kamu dibuat lena.
Tentang sesak yang menimpa dada, kamu perlu merenungkan penyebabnya. Bisa jadi ada penyakit hati yang menggerogoti sanubari. Ada hal yang seharusnya tidak menjadi tanggunganmu, tetapi malah kamu pedulikan terlampau dalam. Apapun itu, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya. Kamu hanya perlu meyakinkan dirimu sendiri bahwa di dunia ini ada hal yang jauh lebih penting untuk kamu pikirkan. Iya, dirimu sendiri, keberlangsungan hidupmu. Jangan sampai kamu melupakan hakikat kehidupan bahwa ada Sang Maha Pengatur yang akan menjadi Sutradara Terbaik untukmu.
Mencari pembanding untuk setiap langkah dan gerak diri agar menjadi lebih baik adalah hal positif yang dapat kamu lakukan. Akan tetapi, jangan sampai hal tersebut malah menjadikanmu semakin terpuruk, menganggap bahwa diri sudah tertinggal sangat jauh. Bahkan, langkah yang dimulai pun berbeda dengan yang sudah mereka lakukan, mengapa kamu bersusah-payah membandingkan jalanmu dengan jalan mereka? Sesekali, kamu hanya perlu merenungi tindakan apa yang sudah kamu lakukan sehingga kehidupanmu menjadi begini. Langkah besar apa yang sudah kamu lakukan dan hal apa yang sudah kamu korbankan sehingga kamu pantas berada di posisi yang lebih baik dari yang kamu tempati sekarang? Bukankah sampai sekarang kamu masih belum melakukan apa-apa? Bukankah kamu lebih memilih untuk tidur atau sekadar rebahan di atas kasur ketimbang menghasilkan suatu karya ketika ada waktu luang? Jadi, masih pantaskah kamu mengeluhkan semuanya? Hey, Kawan, cobalah bangun dan mulai dari sekarang!
Menjadi manusia artinya berproses menggapai tujuan, Kawan. Ada tujuan yang sudah direncakan dengan sadar, ada juga yang terjadi tanpa disadari. Tujuan dengan perencanaan akan membuatmu melangkah dengan pasti. Sementara itu, tujuan yang tidak dibarengi dengan langkah-langkah strategis, hanya akan membuatmu melangkah dalam ketidakpastian. Kamu tidak perlu terburu-buru. Apalagi, menganggap bahwa jalanmu sekarang perlu segera diperbaiki. Kamu hanya harus mengambil langkah awalmu sendiri. Tidak perlu melakukannya karena dorongan atau paksaan dari siapa pun. Kamu berhak menentukan jalanmu sendiri.
Ah, sudahlah, aku lelah. Mah, aku ingin menyerah! Sesekali, perkataan seperti itu pasti menghampiri, bukan? Tidak perlu kamu menutupinya. Ini bukan aib atau kesalahan. Justru, inilah proses yang akan membuatmu menjadi manusia sukses. Dengan mengeluh, bukan berarti kamu kalah. Kamu hanya sedang berusaha menguatkan dirimu sendiri dengan cara yang tidak kamu sadari. Kamu akan menggapai tujuanmu, sukses yang selama ini kamu impikan. Kamu akan membuktikan bahwa hidupmu tidak sepecundang yang mereka katakan. Kalahkan pemikiran yang menjatuhkan. Beri pembuktian bahwa hidupmu jauh lebih berharga daripada yang mereka gunjingkan. Selamat berjuang, Kawan. (Palangka Raya, 20 Agustus 2020)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar