Kamis, 19 Maret 2020

Corona di Palangka Raya


            Tidak ada yang berubah dari rutinitasku di Palangka Raya sejak virus corona menyerang Indonesia. Imbauan, bahkan surat edaran Menteri Pendidikan tidak lantas membuatku work from home. Bukan aku tidak mengetahui besarnya risiko yang harus kutanggung saat bekerja di kantor, tetapi pimpinan langsung di tempatku bekerja belum memberikan instruksi yang sejalan dengan menteri kami. Apa dayaku.
            Di Palangka Raya, tidak banyak informasi yang kuperoleh tentang penyebaran virus corona. Kukira, Palangka Raya aman, tidak ada satu suspect pun. Namun, dugaanku tidak tepat. Seorang dokter bercerita kepadaku bahwa di rumah sakit umum Doris, rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat pemeriksaan pasien karena virus corona, ada seorang suspect yang melarikan diri. Dia seorang warga negara asing. Diduga, WNA tersebut berasal dari Kenya. Bagaimana menurutmu tentang tindakan yang dilakukan pasien itu? Semberono? Tidak tahu diri?
            Cobalah untuk memosisikan dirimu pada posisinya. Apa yang akan kamu lakukan apabila kamu sedang berada di negara orang kemudian dokter memvonismu sebagai suspect corona? Apakah kamu yakin akan menjadi sekuat dan setegar yang kamu bayangkan sekarang? Bahkan, ketika kamu menjadi seorang suspect corona di negaramu sendiri pun, kamu akan diperlakukan sebagai “tersangka”. Banyak yang akan menuduhmu, menjauhimu, bahkan memperlakukanmu seperti kotoran yang harus selalu dijauhi. Apa kamu siap? Apalagi, di negeri orang. Tidak ada keluarga yang akan memperhatikanmu.
            Divonis sebagai suspect artinya kamu tidak dapat hidup ‘bebas’ lagi untuk jangka waktu yang tidak dapat ditetapkan. Akan tetapi, kamu harus tetap hidup untuk kehidupanmu sendiri. Mempertahankan eksistensi dan ego diri memang salah satu hak yang bisa kamu perjuangkan. Namun, kamu juga harus ingat bahwa setiap manusia di dunia ini, khususnya masyarakat di sekitarmu juga memiliki hak yang sama denganmu. Kamu tidak lebih spesial dari manusia lain sehingga tidak ada perlakuan khusus untukmu. Dengan melakukan social distancing artinya kamu sedang menunaikan hakmu tanpa mengusik hak orang lain. Kamu yang membatasi dirimu tidak berarti kamu adalah tersangka.
            Terserang atau tidak oleh virus corona, kamu memiliki kewajiban untuk menjaga dirimu. Aturlah pola makanmu dengan benar. Pilihlah makanan yang kaya vitamin, gizi, dan serat. Mencuci tangan dan kaki setelah melakukan suatu kegiatan. Menjaga kebersihan diri dengan pola dan cara yang benar. Menanamkan pemikiran bahwa kamu adalah orang yang penting sehingga daya tahan tubuhmu harus sellau dijaga. Kalau kamu tidak bisa membawa dampak positif bagi kehidupan orang lain, jangan memberikan sumbangan dampak negatif bagi orang lain. Jangan biarkan dirimu menjadi alasan orang lain menyerah terhadap hidupnya karena kamu akan selamanya berhutang nyawa. Apakah kamu tahu bagaimana rasanya berhutang nyawa? Rasanya seperti nyawamu sudah di ujung tanduk tapi Tuhan masih ogah menyelesaikan perintah-Nya untuk mencabut nyawamu. Sakitnya lama dan tak tertahankan. Kesehatan mentalmu perlu dipelihara. Cobalah mengisi kebutuhan emosionalmu dengan membaca atau mendengarkan hal-hal yang bermanfaat dan pisitif. Being healthy dengan melakukan treatment terbaik untuk dirimu sendiri.
            Untukmu para penderita covid-19 atau suspect-nya, cara terbaik untuk menyembuhkan diri sendiri adalah dengan memulainya dari sekarang dan dari diri sendiri. Artinya, yang harus kamu lakukan hanya memulai dari sekarang dan melakukan semua prosedurnya agar tidak ada sesal kemudian. Semoga Tuhan selalu melindungi kita. Aamiin. Selamat dan semangat bertugas untuk para petugas pengendali virus covid-19. Sesungguhnya perang yang paling sulit adalah melawan diri sendiri. (Palangka Raya, 18 Maret 2020)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar