Tidak ada yang berubah dari
rutinitasku di Palangka Raya sejak virus corona
menyerang Indonesia. Imbauan, bahkan surat edaran Menteri
Pendidikan tidak lantas membuatku work
from home. Bukan aku tidak mengetahui besarnya risiko yang harus kutanggung
saat bekerja di kantor, tetapi pimpinan langsung di tempatku bekerja belum memberikan
instruksi yang sejalan dengan menteri kami. Apa dayaku.
Di Palangka Raya, tidak banyak
informasi yang kuperoleh tentang penyebaran virus corona. Kukira, Palangka Raya aman, tidak ada satu suspect pun. Namun, dugaanku tidak
tepat. Seorang dokter bercerita kepadaku bahwa di rumah sakit umum Doris, rumah
sakit yang ditunjuk sebagai tempat pemeriksaan pasien karena virus corona, ada seorang suspect yang melarikan diri. Dia seorang warga negara asing.
Diduga, WNA tersebut berasal dari Kenya. Bagaimana menurutmu tentang tindakan
yang dilakukan
pasien itu? Semberono? Tidak tahu diri?
Cobalah untuk memosisikan dirimu pada
posisinya. Apa yang akan kamu lakukan apabila kamu sedang berada di negara
orang kemudian dokter memvonismu sebagai suspect
corona? Apakah kamu yakin akan menjadi sekuat dan
setegar yang kamu bayangkan sekarang? Bahkan, ketika kamu menjadi seorang
suspect corona di negaramu sendiri pun,
kamu akan diperlakukan sebagai “tersangka”. Banyak yang akan menuduhmu,
menjauhimu, bahkan memperlakukanmu seperti kotoran yang harus selalu dijauhi.
Apa kamu siap? Apalagi, di negeri orang. Tidak ada keluarga yang akan
memperhatikanmu.
Divonis sebagai suspect artinya kamu tidak dapat hidup ‘bebas’ lagi untuk jangka waktu
yang tidak dapat ditetapkan. Akan tetapi, kamu harus tetap hidup untuk kehidupanmu sendiri.
Mempertahankan eksistensi dan ego diri memang salah satu hak yang bisa kamu
perjuangkan. Namun, kamu juga harus ingat bahwa setiap manusia di dunia ini,
khususnya masyarakat di sekitarmu juga memiliki hak yang sama denganmu. Kamu
tidak lebih spesial dari manusia lain sehingga tidak ada perlakuan khusus
untukmu. Dengan melakukan social
distancing artinya kamu sedang menunaikan hakmu tanpa mengusik hak orang
lain. Kamu yang membatasi dirimu tidak berarti kamu adalah tersangka.
Terserang atau tidak oleh virus corona, kamu memiliki kewajiban untuk
menjaga dirimu. Aturlah pola makanmu dengan benar. Pilihlah makanan yang kaya
vitamin, gizi, dan serat. Mencuci tangan dan kaki setelah melakukan suatu
kegiatan. Menjaga kebersihan diri dengan pola dan cara yang benar. Menanamkan
pemikiran bahwa kamu adalah orang yang penting sehingga daya tahan
tubuhmu harus
sellau dijaga.
Kalau kamu tidak bisa membawa dampak positif bagi kehidupan orang
lain, jangan memberikan sumbangan dampak negatif bagi orang lain. Jangan biarkan dirimu
menjadi alasan orang lain menyerah terhadap hidupnya karena kamu akan selamanya
berhutang nyawa. Apakah kamu tahu bagaimana rasanya berhutang nyawa? Rasanya
seperti nyawamu sudah di ujung tanduk tapi Tuhan masih ogah menyelesaikan
perintah-Nya untuk mencabut nyawamu. Sakitnya lama dan tak tertahankan. Kesehatan mentalmu
perlu dipelihara. Cobalah mengisi kebutuhan emosionalmu dengan membaca atau
mendengarkan hal-hal yang bermanfaat dan pisitif. Being healthy dengan
melakukan treatment terbaik untuk dirimu sendiri.
Untukmu para penderita covid-19 atau suspect-nya, cara terbaik untuk menyembuhkan diri sendiri adalah dengan memulainya
dari sekarang dan dari diri sendiri. Artinya, yang harus kamu lakukan hanya
memulai dari sekarang dan melakukan semua prosedurnya agar tidak ada sesal kemudian. Semoga Tuhan selalu
melindungi kita. Aamiin. Selamat dan semangat bertugas untuk para
petugas pengendali virus covid-19. Sesungguhnya
perang yang paling sulit adalah melawan diri sendiri. (Palangka Raya, 18 Maret 2020)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar